Mengetahui syarat Erasmus untuk student exchange adalah salah satu hal yang wajib diperhatikan jika ingin mengikuti program tersebut. Seluruh syarat ini harus dipenuhi untuk lolos tahapan seleksi administrasi atau berkas.
Erasmus atau Erasmus+ sendiri adalah program pertukaran pelajar serta mahasiswa yang didanai oleh Uni Eropa. Program ini membantu Anda untuk belajar, mengikuti pelatihan, atau mendapatkan pengalaman kerja di negara lain.
Apa Saja Syarat Erasmus yang Harus Dicermati?
Jika tertarik untuk mengikuti Erasmus atau Erasmus+, Anda harus mencermati dengan baik syarat-syaratnya. Mulai dari syarat universitas, relevansi pendidikan, dan dokumen, berikut informasi lengkap terkait syarat Erasmus Student Exchange.
Baca Juga: 5 Penerjemah Tersumpah untuk Student Exchange di Jakarta, Pilihan yang Layak Dipercaya
Pelamar yang Dapat Mendaftar
Ada beberapa pelamar yang dapat mendaftar pada program ini. Pelamar tersebut meliputi mahasiswa di tingkat program studi singkat, Sarjana, dan Magister serta kandidat doktor di negara asalnya.
Pelamar harus terdaftar di lembaga pendidikan tinggi yang berpartisipasi dalam program Erasmus+. Selain itu, mereka juga diwajibkan untuk terdaftar dalam program studi yang berfokus pada gelar atau kualifikasi tingkat perguruan tinggi yang diakui.
Keterkaitan Akademik
Pelamar tidak dapat sembarangan memilih program studi yang ingin dipelajari. Program studi harus relevan dengan jurusan atau rencana studi serta mendapatkan persetujuan sebagai bagian dari kurikulum kampus asal.
Hasil kuliah di luar negeri ini akan dipertanggungjawabkan secara akademik ketika kembali ke Indonesia. Maka dari itu, perhatikan keterkaitan akademik agar tidak mengalami kesulitan ketika program berakhir.
Menandatangani Learning Agreement
Jika Anda merupakan salah satu calon pelamar yang tertarik dengan Erasmus, Anda wajib menandatangani Learning Agreement for Studies. Proses ini meliputi universitas asal serta tujuan sebelum keberangkatan.
Baca Juga: 4 Daftar Penerjemah Ijazah Tersumpah di Jakarta, Ini Pilihannya
Learning Agreement ini bertujuan untuk memudahkan proses konversi mata kuliah serta kredit yang Anda ambil di luar negeri. Sehingga, nilai dari mata kuliah yang diambil dapat diakui oleh universitas asal.
Memenuhi Syarat Dokumen
Untuk lolos tahap seleksi berkas, Anda harus memenuhi syarat dokumen. Seluruh dokumen tersebut meliputi:
- Paspor
- Visa pelajar
- Asuransi kesehatan
- Verifikasi dokumen akademik
- Transkrip nilai
- Surat penerimaan (Letter of Acceptance/Admission) dari universitas penerima di Eropa
- Learning Agreement yang sudah ditandatangani
- Surat keterangan mahasiswa aktif dari kampus asal
- Bukti keuangan atau rekening koran yang menunjukkan kemampuan membiayai hidup selama masa studi
- Surat keterangan sehat atau hasil medical check-up
- Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
- Akta kelahiran
- Bukti akomodasi sementara di negara tujuan
- Surat rekomendasi
Hal yang perlu dicatat adalah bahwa setiap negara dan universitas tujuan memiliki persyaratan dokumen yang berbeda-beda. Ini membuat Anda harus rutin melakukan pengecekan di laman resmi setiap kampus yang terdaftar dalam Erasmus+.
Dokumen-dokumen yang menggunakan bahasa Indonesia harus diterjemahkan terlebih dahulu ke bahasa Inggris. Ini merupakan syarat Erasmus Student Exchange, sehingga Anda membutuhkan jasa penerjemah tersumpah, seperti Jakarta Translation Center.
Lama Program Erasmus Student Exchange
Berdasarkan kutipan dari laman Erasmus, durasi program pertukaran pelajar ini minimal 5 bulan sampai 2 tahun. Rinciannya sebagai berikut, yaitu:
- Long-term Mobility: minimal 2 bulan hingga maksimal 12 bulan di luar negeri (termasuk mobilitas gabungan dengan komponen virtual)
- Short-term Mobility: antara 5 dan 30 hari di luar negeri (ini harus berupa mobilitas gabungan)
- Durasi total maksimum : 12 bulan dalam satu siklus studi. Dimungkinkan untuk melakukan lebih dari satu pertukaran dalam batas waktu tersebut.
Hanya kandidat doktor yang mendapatkan persetujuan untuk melakukan mobilitas jangka pendek tanpa komponen virtual. Sedangkan untuk program studi satu siklus seperti kedokteran atau arsitektur, para pelajar dapat pergi ke luar negeri dengan Erasmus+ hingga 24 bulan.
Jika Anda berniat mengikuti program ini, pastikan Anda memenuhi seluruh syarat Erasmus Student Exchange. Berbagai dokumen harus diterjemahkan untuk keperluan administrasi, sehingga Jakarta Translation Center hadir sebagai mitra terpercaya untuk menerjemahkan dokumen penting tersebut.